Tampilkan postingan dengan label Delisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Delisa. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 Juni 2017
DELISA JADI MERMAID
#Day3
Untuk yang kesekian kali rencanaku pulang ke Bandung batal. Kali ini bukan karena tugas dadakan atau pelatihan. Kali ini Allah belum mengizinkan karena badan mendadak kurang sehat.
Kala menunggu yang jumatan pulang, sambil menonton streaming aku tiduran hingga lelap tertidur betulan. Entah karena angin atau memang kelelahan, bangun tidur kurasakan suhu badanku menurun drastis, kepala pening, hidung meler, dan kaki sedikit kaku. Sepertinya tidak mungkin aku melanjutkan niat untuk ke Bandung hari ini. Puasaku pun enggan ku batalkan, tanggung tinggal beberapa jam lagi. Mungkin setelah buka, cukup makan dan minum obat badanku akan kembali normal.
Aku hubungi adikku di Bandung untuk mengabari (lagi) keberangkatanku yang tertunda.
Kebetulan keponakanku Delisa sedang berada dekat dengan Maminya yang sedang menerima telponku.
"Adel mau nelpon" terdengar suara Delisa jelas di ujung telpon sana.
"Halo ibu, kapan kesini?"
"Besok ya Del, ibu mau beli dulu baju mermaid buat Adel" jawabku beralasan, tapi aku memang hendak membelikan baju yang saat ini banyak digemari anak-anak perempuan seusia Delisa.
"Adel udah punya bu." lalu Delisa pergi dan suaranya digantikan dengan suara adikku.
Di belakang masih terdengar suara Delisa "Mih aku foto ya, buat ibu"
Tiba-tiba terdengar adikku tertawa keras, "Ya udah teh nanti aku sampaikan ke mama kalo teteh pulang besok. Ini si Adel minta di foto, nanti aku kirimkan fotonya ya." Ucap adikku lalu menutup telponnya.
Tak lama notifikasi Wa terdengar, sudah kuduga pasti foto Delisa yang dikirim oleh Maminya.
Tampak Delisa duduk setengah berbaring mengikuti pose seorang mermaid dengan menggunakan sarung bantal guling di badan bagian bawah.
#NulisRandom2017
#NulisRandomVit
#VitNulisRandom
Label:
#NulisRandom2017,
#NulisRandomVit,
#VitNulisRandom,
2017,
cerita,
cerpen,
Delisa,
interactive,
jarum,
nulisbuku.com,
Sayur,
Sayuran,
Story for Children,
Story Telling Done
DOA DELISA
#Day2
Sudah hampir 3 bulan aku terus membatalkan pulang ke Bandung mengunjungi kedua orang tua.
Selalu membatalkan didetik-detik terakhir. Begitu pula dengan minggu lalu yang seharusnya menjadi acara keluarga dengan berkumpul dan makan bersama untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Sayang tepat 5 hari sebelum bulan puasa saya mendapat tugas yang tidak bisa ditolak, mendampingi kawan-kawan satu profesi dalam sebuah pelatihan kurrikulum.
"Hmmf.. batal lagi deh pulang ke Bandung." Aku bergumam dalam hati waktu itu ketika menerima surat tugas. Denga berat hati aku aku telpon mama dan meminta maaf, untuk kesekiankalinya, bahwa kepulanganku diundur (lagi).
Mama sih hanya bisa berkata, "Iya tidak apa-apa, jangan mengganggu tugas", tapi hatiku kok sedih ya mendengarnya.
Ini bukan keluhan, karena aku pun menyayangi profesi ini, tapi mungkin mewakili perasaan beberapa teman satu profesi juga. Kenapa setiap pelatihan harus dilaksanakan di bulan puasa? Dengan waktu berhari-hari harus meninggalkan keluarga dirumah. Tapi kembali lagi, karena aku mencintai profesi ini, aku tetap jalani dan akan aku bayar waktu yang sempat terlewatkan dengan waktu kebersamaan yang lebih berkualitas.
Serasa menjadi seorang Bang Toyib, sudah 4 tahun ini setiap awal puasa aku tidak bersama keluarga. Ku habiskan waktu di satu tempat pelatihan ke tempat pelatihan yang lain. Tapi itulah rezeki yang telah Allah tetapkan untukku dan orang-orang di sekelilingku.
Tadi malam aku kembali memerima kiriman video melalui wa dari adikku. Seperti biasa, Delisa keponakanku sedang beraksi. Kali ini dia berbicara dengan lucunya, mengatakan "Ih... Kakek sibuk, Om Eca sibuk, Ibu (maksudnya aku) sibuk, Ayah sibuk, ya udah aku sama Nenek aja, ya Mih" dengan tampang yang dibuat lucu dan diakhiri dengan ketawa khasnya.
Dan satu video lagi berisi "Ya Allah sehatkanlah aku, kakek, nenek dan semuanya, Aamiin ya robbalalamin"
Kedua video yang benar-benar membuat aku rindu pada keluargaku di Bandung. Sepertinya hari ini kuputuskan untuk menyempatkan pulang, walau hanya beberapa hari dan hanya menghabiskan long weekend ini saja, sepertinya layak untuk dilaksanakan. Dua hari 'kejepit' ini akan ku tinggalkan sejenak segala pekerjaanku, demi 4 hari kebersamaan dengan keluarga di Bandung.
#NulisRandom2017
#VitNulisRandom
#NulisRandomVit
Sudah hampir 3 bulan aku terus membatalkan pulang ke Bandung mengunjungi kedua orang tua.
Selalu membatalkan didetik-detik terakhir. Begitu pula dengan minggu lalu yang seharusnya menjadi acara keluarga dengan berkumpul dan makan bersama untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Sayang tepat 5 hari sebelum bulan puasa saya mendapat tugas yang tidak bisa ditolak, mendampingi kawan-kawan satu profesi dalam sebuah pelatihan kurrikulum.
"Hmmf.. batal lagi deh pulang ke Bandung." Aku bergumam dalam hati waktu itu ketika menerima surat tugas. Denga berat hati aku aku telpon mama dan meminta maaf, untuk kesekiankalinya, bahwa kepulanganku diundur (lagi).
Mama sih hanya bisa berkata, "Iya tidak apa-apa, jangan mengganggu tugas", tapi hatiku kok sedih ya mendengarnya.
Ini bukan keluhan, karena aku pun menyayangi profesi ini, tapi mungkin mewakili perasaan beberapa teman satu profesi juga. Kenapa setiap pelatihan harus dilaksanakan di bulan puasa? Dengan waktu berhari-hari harus meninggalkan keluarga dirumah. Tapi kembali lagi, karena aku mencintai profesi ini, aku tetap jalani dan akan aku bayar waktu yang sempat terlewatkan dengan waktu kebersamaan yang lebih berkualitas.
Serasa menjadi seorang Bang Toyib, sudah 4 tahun ini setiap awal puasa aku tidak bersama keluarga. Ku habiskan waktu di satu tempat pelatihan ke tempat pelatihan yang lain. Tapi itulah rezeki yang telah Allah tetapkan untukku dan orang-orang di sekelilingku.
Tadi malam aku kembali memerima kiriman video melalui wa dari adikku. Seperti biasa, Delisa keponakanku sedang beraksi. Kali ini dia berbicara dengan lucunya, mengatakan "Ih... Kakek sibuk, Om Eca sibuk, Ibu (maksudnya aku) sibuk, Ayah sibuk, ya udah aku sama Nenek aja, ya Mih" dengan tampang yang dibuat lucu dan diakhiri dengan ketawa khasnya.
Dan satu video lagi berisi "Ya Allah sehatkanlah aku, kakek, nenek dan semuanya, Aamiin ya robbalalamin"
Kedua video yang benar-benar membuat aku rindu pada keluargaku di Bandung. Sepertinya hari ini kuputuskan untuk menyempatkan pulang, walau hanya beberapa hari dan hanya menghabiskan long weekend ini saja, sepertinya layak untuk dilaksanakan. Dua hari 'kejepit' ini akan ku tinggalkan sejenak segala pekerjaanku, demi 4 hari kebersamaan dengan keluarga di Bandung.
#NulisRandom2017
#VitNulisRandom
#NulisRandomVit
Label:
#NulisRandom2017,
#NulisRandomVit,
#VitNulisRandom,
Delisa,
nulis random,
nulisbuku.com,
Story for Children,
Story Telling
DELISA MAU SAHUR
#Day1
Mendapat kiriman foto keponakan sedang makan melalui Wa. Balita belum genap 4tahun, Delisa, selalu ada aja ceritanya.
Mami mendapati Delisa sedang berada diatas meja makan, berusaha membuka toples dimana biasa tersimpan cemilannya, tapi kebetulan saat ini toples itu kosong.
Delisa kembali duduk di sofa depan tv tanpa bicara apapun. Maminya melihat lalu bertanya, "Adel lapar?" Dijawab dengan anggukan kecil.
Mami memang lupa mengisi toples Adel. Mami mengajak adel ke meja makan dan membuka tudung saji, membiarkan dia memilih yang dia mau. Ada tempe goreng, telur dadar, dan sambal oncom sisa sahur.
"Adel mau yang mana?"
Tapi delisa menggelengkan kepala.
Mami bertanya kenapa Delisa tidak mau makan.
Tiba-tiba Delisa meminta mami menutup semua tirai di rumah dan menyalakan lampu di atas meja makan.
"Adel mau saur, mami. Sama itu!" Dia menunjuk pada piring berisi sambal oncom yang memang biasa dibuat tidak pedas.
Rupanya Delisa tahu ini bulan puasa, kebiasaan ikut sahur membuat dia menganggap bulan puasa itu harus makan dengan kondisi tirai tertutup dan lampu menyala seperti malam hari.
Sukabumi, 1 juni 2017
#NulisRandom2017
#NulisRandomVit
#VitNulisRandom
Mendapat kiriman foto keponakan sedang makan melalui Wa. Balita belum genap 4tahun, Delisa, selalu ada aja ceritanya.
Mami mendapati Delisa sedang berada diatas meja makan, berusaha membuka toples dimana biasa tersimpan cemilannya, tapi kebetulan saat ini toples itu kosong.
Delisa kembali duduk di sofa depan tv tanpa bicara apapun. Maminya melihat lalu bertanya, "Adel lapar?" Dijawab dengan anggukan kecil.
Mami memang lupa mengisi toples Adel. Mami mengajak adel ke meja makan dan membuka tudung saji, membiarkan dia memilih yang dia mau. Ada tempe goreng, telur dadar, dan sambal oncom sisa sahur.
"Adel mau yang mana?"
Tapi delisa menggelengkan kepala.
Mami bertanya kenapa Delisa tidak mau makan.
Tiba-tiba Delisa meminta mami menutup semua tirai di rumah dan menyalakan lampu di atas meja makan.
"Adel mau saur, mami. Sama itu!" Dia menunjuk pada piring berisi sambal oncom yang memang biasa dibuat tidak pedas.
Rupanya Delisa tahu ini bulan puasa, kebiasaan ikut sahur membuat dia menganggap bulan puasa itu harus makan dengan kondisi tirai tertutup dan lampu menyala seperti malam hari.
Sukabumi, 1 juni 2017
#NulisRandom2017
#NulisRandomVit
#VitNulisRandom
Label:
#NulisRandom2017,
#NulisRandomVit,
#VitNulisRandom,
2017,
Delisa,
nulis random,
puasa
Langganan:
Postingan (Atom)
