#Day4
Kemarin banyak tawaran midnight sale masuk ke hp. Rencananya aku pengen lihat tuh gimana suasana midnight sale di kota Sukabumi.
Setelah tarawih bersiaplah aku dengan segala peralatan penangkal dingin. Jaket, syal, sarung tangan, masker dan kerudung yg lumayan tebal.
Bersiap berangkat dengan motor berboncengan dengan si bebeph yang sudah siap sejak sertengah jam yang lalu. Diluar masih tampak ramai ibu-ibu, bapak-bapak juga anak-anak yang berlarian dan main pertasan. Tampak seperti masih sore, padakal sudah jam 10 lewat.
Sesaat setelah mengunci pintu, langkahku menuju parkiran motor tertahan. Ceu Eras tetangga yang terhalang 3 rumah dari rumahku datang menghampiri. Dengan alasan membutuhkan bantuan yang mendesak dia berhasil membuatku membuka kembali rumah yang sudah dikunci. Sepertinya aku tau maksud kedatangannya, tapi sudahlah ku dengarkan saja dulu apa maunya.
Benar sekali dugaan ku, dia datang untuk meminjam uang sejumlah 3jt rupiah. Katanya sih untuk membayar tunggakan uang sekolah anaknya. Berbagai alasan dia lontarkan sehingga aku tidak bisa menolaknya. Memang sih dia selalu mengembalikan uang sesuai dengan waktu yang ia janjikan, tapi kan saat ini aku ingin belanja ke midnight sale di kota.
Rasanya sulit menolak ceu Eras, tapi jika ku berikan uang ini berarti aku batal belanja. Sementara suamiku hanya memberi 1jt saja. Memang rencana hanya window shopping saja sih, tapi mana tau setelah melihat diskon besar-besaran, mungkin aja aku kalap dan uang 1 juta ini jadi tidak seberapa.
Sekali lagi ceu Eras mengungkapkan maksud kedatangannya. Akhirnya aku putuskan untuk memberikan uang 1jt ini untuk spp analnya ceu Eras.
"Ceu, kalo 3jt saya ga ada, ini ada 1jt mau?" Kataku memotong omongannya yang tidak bisa di stop sejak tadi. Ceu Eras terdiam, kulanjutkan ucapanku sebelum dia mulai bicara lagi.
"Ini sih tadinya mau saya pakai malam ini, tapi dengar anak eceu ga bisa ikut ujian kalo ga lunas spp ya saya kasian. Ini eceu bawa aja dl 1jt ya, mungkin bisa bantu."
Sebenarnya aku juga aga kesal karena tidak jd belanja, tapi ya gimana lagi. Biarlah, suamiku pun pasti mengerti.
Tapi jawabam si eceu di luar dugaan.
"Aduh 1 juta ya? Saya tanggung kalo bawa uang segitu bu, masih mending saya gadai kulkas di rumah mungkin 3jt dapet." Jawabnya.
"Hellooooow! Situ okey?!" Teriakku dalam hati. Ini tetangga kurang se-ons kali ya otaknya. Antara kesal, heran dan konyol aku duduk depan si Eceu yang satu ini.
"Oh... ya sudah ceu, kalo eceu ga mau, saya permisi dulu ya, mau belanja, takut keburu tutup mol nya" lalu aku mempersilahkan dia pergi dan menyusul suamiku yang sudah menunggu sejak tadi.
#NulisRandom2017
#NulisRandomVit
#VitNulisRandom
Tampilkan postingan dengan label Story Telling Done. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story Telling Done. Tampilkan semua postingan
Minggu, 04 Juni 2017
Iiiih Ceu Eras mah da.....
Label:
#NulisRandom2017,
#NulisRandomVit,
#VitNulisRandom,
Bed time story,
nulis random,
nulisbuku.com,
Story for Children,
Story Telling,
Story Telling Done
Jumat, 02 Juni 2017
DELISA JADI MERMAID
#Day3
Untuk yang kesekian kali rencanaku pulang ke Bandung batal. Kali ini bukan karena tugas dadakan atau pelatihan. Kali ini Allah belum mengizinkan karena badan mendadak kurang sehat.
Kala menunggu yang jumatan pulang, sambil menonton streaming aku tiduran hingga lelap tertidur betulan. Entah karena angin atau memang kelelahan, bangun tidur kurasakan suhu badanku menurun drastis, kepala pening, hidung meler, dan kaki sedikit kaku. Sepertinya tidak mungkin aku melanjutkan niat untuk ke Bandung hari ini. Puasaku pun enggan ku batalkan, tanggung tinggal beberapa jam lagi. Mungkin setelah buka, cukup makan dan minum obat badanku akan kembali normal.
Aku hubungi adikku di Bandung untuk mengabari (lagi) keberangkatanku yang tertunda.
Kebetulan keponakanku Delisa sedang berada dekat dengan Maminya yang sedang menerima telponku.
"Adel mau nelpon" terdengar suara Delisa jelas di ujung telpon sana.
"Halo ibu, kapan kesini?"
"Besok ya Del, ibu mau beli dulu baju mermaid buat Adel" jawabku beralasan, tapi aku memang hendak membelikan baju yang saat ini banyak digemari anak-anak perempuan seusia Delisa.
"Adel udah punya bu." lalu Delisa pergi dan suaranya digantikan dengan suara adikku.
Di belakang masih terdengar suara Delisa "Mih aku foto ya, buat ibu"
Tiba-tiba terdengar adikku tertawa keras, "Ya udah teh nanti aku sampaikan ke mama kalo teteh pulang besok. Ini si Adel minta di foto, nanti aku kirimkan fotonya ya." Ucap adikku lalu menutup telponnya.
Tak lama notifikasi Wa terdengar, sudah kuduga pasti foto Delisa yang dikirim oleh Maminya.
Tampak Delisa duduk setengah berbaring mengikuti pose seorang mermaid dengan menggunakan sarung bantal guling di badan bagian bawah.
#NulisRandom2017
#NulisRandomVit
#VitNulisRandom
Label:
#NulisRandom2017,
#NulisRandomVit,
#VitNulisRandom,
2017,
cerita,
cerpen,
Delisa,
interactive,
jarum,
nulisbuku.com,
Sayur,
Sayuran,
Story for Children,
Story Telling Done
Rabu, 23 Mei 2012
Snow white
Long ago, in a
faraway place, there lived a lovely princess named Snow White. Her hair was
black as coal, her lips red as rose, and her skin as white as snow.
Snow White's
stepmother, the Queen, was very cruel. She hated anyone who was more beautiful
than her. The Queen treated Snow White like a servant.
Snow White never complained. She was obedient and hard-working, but she dreamed of a handsome prince who would take her away to his castle. One day, while drawing water from the well, a handsome stranger did appear, charmed by Snow White's singing. But Snow White was too shy to speak to him.
Inside the
castle, the Queen asked her magic mirror, "Mirror, mirror, on the wall,
who is the fairest one of all?" Every day the mirror had the same reply.
"You are the fairest," he told her. And the Queen was content for
another day.
But as Snow White
grew older, she also grew more beautiful. And the Queen became very jealous.
One day the magic mirror told the Queen that someone else was the fairest in
the land. It was the princess, Snow White! In a jealous
rage, the Queen called her royal huntsman into the throne room. "Take Snow
White far into the forest and kill her," she commanded. "And as proof
of your deed, bring me back her heart in this."
She handed the
stunned huntsman a beautiful carved box. "Poor Snow White," said the
hunter to the innocent princess. "I cannot kill you. You must run away and
hide from the Queen!"
Snow White was so
frightened that she ran off through the dark woods. At last she came to a
cottage. "Who lives here?" Snow White wondered.
Then she heard voices singing in the distance. The
seven dwarfs who lived in the cottage were coming home from a hard day at work
in the diamond mine.
The dwarfs introduced
themselves. Their names were Sleepy, Grumpy, Happy, Doc, Dopey, Sneezy, and
Bashful. They invited Snow White to share their supper. Snow White felt so safe
with the dwarfs that she decided to stay with them.
But the evil
Queen soon found out that Snow White was still alive. She would have to take
matters into her own wicked hands. She fled to the dungeon beneath the castle.
There the Queen mixed a potion that would change her into an old hag. Then she
took an apple and slowly dipped it into another potion. "One bite of this
poisoned apple and Snow White will close her eyes forever!" she cackled.

The old woman
appeared at Snow White's window. "Hello, dearie," she said.
"Taste one of my delicious apples. It's apple pies that make menfolk's
mouths water. Pies made from apples like these." Then she held the
poisoned apple out to Snow White.
The birds tried
to warn Snow White away from the poisoned fruit. They fluttered and flew around
the hag, trying to make her drop the apple. "Stop it! Stop it!" cried
Snow White. The birds flew away sadly. Then the animals of the forest ran to
the dwarfs to warn them that something was very wrong and they needed to come
right home!
The seven dwarfs
raced to the cottage and found the old woman trying to sneak away and Snow White
lying lifeless on the floor. The dwarfs chased the hag into the forest. A storm
began to blow as the evil woman ran away. Suddenly she came to the edge of a
steep and rocky cliff.
First she tried
to move a huge rock so it would roll down on top of the poor dwarfs and crush
them. "Look out!" cried Grumpy to the others. At that moment,
lightning struck. The Queen lost her balance and fell to her doom! The sad
little dwarfs built a bed of gold and glass for their beloved Snow White. They
kept watch over her, day and night.
Then one day a
handsome prince rode into the forest. How beautiful the young woman was! The
Prince knelt down and kissed Snow White tenderly. His kiss awakened her. Snow
White and the Prince rode off to his kingdom, where they lived happily ever
after.
Langganan:
Postingan (Atom)












